Just another Blogdetik.com weblog

Antara Internet Jodoh Dan Karir


Kisah ini diawali pada suatu siang sekitar bulan Juli tahun 2001. Di sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan nopia dan keripik tempe, dan lebih terkenal lagi ketika Mayang Sari artis kelahiran Purwokerto menikahi seorang putera Cendana.

Hari itu udara tidak cukup bersahabat, rasanya gerah banget. Maklum aja jam dipergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB. Tapi kabar gembira dari dosen pembimbing skripsi seakan menjadi penyejuk dan mengalirkan udara segar di tubuhku. Mengapa tidak, hari ini proposal skripsiku yang susah payah aku buat ternyata sudah disetujui oleh dosen pembimbingku. Langkah selanjutnya tinggal melakukan penelitian.

Sempat terlintas untuk datang ke konsultan untuk menyerahkan proposal penelitianku untuk dicarikan data-data penelitian, mengingat aku merasa “gaptek” karena sebagian besar data penelitianku diambilkan dari internet. Tapi setelah dipikir-pikir, kenapa aku nggak ke warnet aja? kan biayanya lebih murah. Perkara gak bisa internet gampang ntar juga bisa belajar.

Berbekal keberanianku dan semangat untuk menyelesaikan skripsi akhirnya aku memberanikan diri ke warnet depan kampus. Deg-degan juga pas pertama kali di depan komputer. Jujur ini kali pertama aku ke warnet. Aku bingung, ini mau diapain komputer. Takut salah kan malu hehehe. Malu bertanya sesat dijalan. Akhirnya aku tanya ke mas yang jaga warnet, ya agak malu gitu sih. Terus mas yang jaga warnet kasih penjeleasan bagaimana log in ke internet.

Begitu udah log in aku bingung juga. Yang mana ni yang buat buka. Setelah aku cari-cari ada simbol Internet Explorer, aku coba klik disitu. Berbekal website yang aku baca dari literatur skripsiku akhirnya aku bisa juga mencari-artikel dan data untuk penelitian skripsiku. Ternyata lumayan ribet juga ambil datanya. Untuk satu file yang di download memakan waktu hampir 15 menit. Sambil terkantuk-kantuk aku berfikir mau ngapain sambil nunggu data bisa di download semua.

Dalam hatiku bilang kenapa nggak nyoba chating. Kan orang-orang kalo di warnet biasanya suka nongkrong berjam-jam buat chating. Tapi lagi lagi aku malu sama mas yang jaga warnet. Dari tadi nanya terus hehehe. Biarin aja apa kata orang, yang penting aku nggak BT nunggu. Sambil menyelam minum air. Siapa tahu dapat kenalan di chating. Lagi jomblo juga baru putus sama pacar.

Akhirnya kuberanikan diri bertanya sama mas yang jaga warnet. Untung orangnya baik, meskipun sambil tersenyum ketika aku minta diajari chating. Kemudian aku diberi pelajaran gratisan. Waktu itu kalo mau chating pakai MIRC. Aku diajari bikin nickname terus diajari joint ke room dan langsung deh conect. Sempet susah juga bolak balik disconect. Kata mas yang jaga warnet mungkin banyak yang pake jadi begitu. Aku manggut-manggut aja seolah mengerti.

Setelah menunggu akhirnya tersambung juga. Didalam area chating itu banyak sekali nama-nama orang. Aku bingung mau pilih yang mana. Belum sempet aku milih nama. Udah muncul tulisan merah dengan nama mahatma. Dia kemudian menyapa.

“Halo boleh kenalan gak”

Dalam hati aku ketawa. Bisa juga ya berinteraksi lewat dunia maya. Kemudian aku jawab “Boleh” Nggak berapa lama mahatma jawab lagi. Dia menulis “asl please” Tanpa mikir panjang aku jawab aja “Purwokerto” Terus dia jawab lagi “Kok Purwokerto?” Aku bingung, terus kujawab ” Lha kamu tanya asalku kan?” Dia jawab ” Asl itu age, sex, location kalo aku 22, male, yk”

Setelah dapat penjelasan aku baru paham. Hehehe maksudnya seperti itu. Maklum aja kan baru pertama kali. Kemudian aku jelaskan ke mahatma kalo aku tuh baru pertama kali chating. Dia baru ngerti dan malah banyak diajari banyak hal. Setelah lama chat aku tahu kalo dia sama-sama satu kota dengan aku cuma dia lagi kuliah di Yogyakarta.

Selain mahatma banyak juga teman chatku. Rata-rata cowok. Ya maklum kan lagi jomblo siapa tahu dapet pacar hehehe. Ada yang masih kuliah, ada yang udah kerja, ada yang masih SMA. Pokoknya macem-macem dan lucu-lucu. Tapi aku inget pesen temenku kalau dunia maya kadang banyak nggak benernya. Jadi harus hati-hati.

Keasyikan chat sampai lupa tugas utamaku mencari data buat penelitian. Tapi mataku udah perih banget. Kulihat di biling sudah hampir dua puluh ribu. Ya ampun gawat bisa habis nih uang jajanku. Maklum anak kos jadi harus perhitungan banget. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Kuucapkan selamat tinggal sama mahatma. Dia kasih nomer telepon kosnya sama aku biar kita bisa janjian chat lagi. Setelah lagi-lagi minta mas yang jaga warnet untuk nyimpen data ke disket. Akhirnya dengan langkah berat kutinggalkan warnet.

Pengalaman pertama yang menyenangkan dan melelahkan,  senang karena dapat temen baru. Lelah karena mata perih, perut keroncongan dan kantong jadi kering. Tapi aku berjanji pasti besok akan kembali lagi ke warnet ini. Karena masih banyak data yang belum diambil dan tentu saja janjiku sama mahatma harus dipenuhi.

Cerita tentang pengalamanku berinternet ria tidak hanya sampai disini. Seperti janjiku sebelumnya dengan mahatma, hampir setiap hari kita janjian chating. Tentu saja aku tak lupa tugas utamaku ambil data untuk penelitian. Hari demi hari kita semakin dekat. Walaupun belum pernah ketemu tapi sudah seperti teman lama yang baru kenal. Kebetulan usia kami hanya terpaut satu tahun. Jadi tidak sulit untuk adaptasi.

Sampai suatu hari kita janjian untuk bertemu. Kebetulan memang aku harus ke UGM untuk mencari referensi skripsi. Kita janjian di stasiun Lempuyangan. Aku naik kereta ekonomi. Maklum masih mahasiswa. Hanya dengan enam ribu rupiah waktu itu sudah mengantarkan aku ke Jogja. Sampai di Jogja aku menuju wartel untuk telepon mahatma. Tidak berapa lama dia datang. Jujur pertama kaget juga, jauh seperti yang dibayangkan. Tapi namanya udah cinta.

Sejak saat itu kami tambah dekat. Hingga akhirnya pada pertengahan bulan September tahun 2002 kami memutuskan untuk menikah. Tentu saja setelah menyelesaikan kuliahku yang lulus dengan predikat Cum Laude. Bukannya sombong tapi bangga dong walaupun gaptek internet akhirnya skripsiku selesai juga. Aku tidak menyangka akan mendapatkan jodoh dari internet. Ya aku percaya jodoh bisa melalui media apa saja. Karena sudah diatur oleh Allah.

Setelah menikah aku merantau ke Jogja. Dunia internet sudah mulai kutinggalkan karena aku sibuk dengan pekerjaanku sebagai Accounting di sebuah perusahaan swasta. Ternyata tidak mudah bekerja di swasta. Sampai tiga kali aku pindah perusahaan. Hingga sekitar bulan Agustus tahun 2007 aku kembali ke dunia internet yang pernah aku tinggalkan gara-gara nunggu adik sepupu yang lagi tes STAN. Daripada balik kerumah yang jauh dari tempat tes mending ke warnet.

Sejak saat itu aku mulai aktif lagi di dunia maya. Kebetulan bulan-bulan tersebut sedang ramai lowongan CPNS. Karena tertarik akhirnya aku mendaftar. Tidak tanggung-tanggung, aku mendaftar di tiga departemen. Aku mengajukan lamaran di Departemen Kehutanan, Departeman Perdagangan dan Departemen Kesehatan. Semua informasinya aku dapat melalui internet.

Mulai dari mendaftar online sampai proses pengumuman semua melalui media internet. Alhamdulillah setelah melalui perjuangan yang panjang akhirnya aku diterima di Departemen Kesehatan. Lagi-lagi aku tak menyangka setelah jodoh yang aku dapatkan dari internet ternyata karir juga aku dapat dari internet.

Teknologi memang bisa membuat kita maju. Tapi ketika kita tidak bisa memanfaatkan dengan baik maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Kisah ini mungkin bisa menginspirasi buat temen-temen semua yang mungkin lagi cari jodoh dan mencari pekerjaan. Selagi kita bisa memanfaatkan teknologi. Why not?..Good Luck